16 Februari 2009
Gaji Terendah PNS Jadi Rp 1,040 Juta
JAKARTA, SENIN — Gaji terendah bagi pegawai negeri sipil tahun 2009 sebesar Rp 1,040 juta per bulan, yakni untuk PNS golongan IA dengan masa kerja nol tahun. Adapun gaji tertinggi Rp 3,4 juta per bulan, yakni untuk PNS golongan IVE dengan masa kerja 32 tahun.
Ketentuan gaji PNS tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2009 tentang Perubahan Kesebelas PP No 7/1977 tentang Peraturan Gaji PNS, yang dipublikasikan oleh Departemen Keuangan melalui siaran pers di Jakarta, Minggu (15/2).
Perubahan besaran gaji PNS tersebut sesuai perintah UU No 41/2008 tentang APBN 2009, yakni pemerintah dan DPR sepakat menaikkan gaji PNS, prajurit TNI, anggota Polri, dan pensiunan PNS, TNI, serta Polri sebesar 15 persen pada 2009.
Sebelum kenaikan, gaji PNS golongan IA dengan masa kerja nol tahun sebesar Rp 910.000 per bulan. Adapun gaji PNS golongan IVE dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp 2,91 juta per bulan.
Meski PP No 8/2009 ditetapkan 16 Januari 2009, kenaikan gaji ini berlaku surut sejak 1 Januari 2009. Bagi PNS aktif, kenaikan gaji mulai bisa dirasakan pada bulan Maret. Bagi para pensiunan, kenaikan itu baru bisa dirasakan setelah Maret.
Selain kenaikan gaji sebesar 15 persen, PNS, anggota Polri, prajurit TNI, dan para pensiunan PNS, TNI serta Polri juga akan mendapat gaji ke-13.
Menaikkan daya beli
Sebelumnya, di hadapan Panitia Anggaran DPR, Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati menegaskan, kenaikan gaji tidak berlaku bagi para pejabat negara, termasuk presiden, wakil presiden, para menteri, anggota DPR, dan pensiunan anggota DPR.
”DPR tidak (naik gajinya), menteri tidak, pensiunan DPR juga tidak,” tutur Menkeu, menjawab pertanyaan Ketua Panitia Anggaran Emir Moeis yang menanyakan apakah gaji anggota DPR dan pensiunan DPR dinaikkan.
Kenaikan gaji di atas laju inflasi tahun 2008, yang mencapai 11,2 persen itu, diharapkan tidak hanya menyesuaikan dengan inflasi, tetapi juga dapat menaikkan daya beli PNS secara riil. Pemerintah berharap kenaikan gaji PNS akan mendongkrak tingkat konsumsi rumah tangga.
Pemerintah menargetkan konsumsi rumah tangga tahun 2009 tumbuh 4,8 persen dibanding 2008. Dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga 4,8 persen, pemerintah optimistis bisa mencapai pertumbuhan ekonomi ke level 4,7 persen.
Konsumsi rumah tangga merupakan andalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level 4,7 persen. Sektor pendorong ekonomi lain, terutama ekspor, tidak bisa diharapkan saat krisis seperti sekarang.
Kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia relatif tinggi, yakni 70 persen. Jika pertumbuhan konsumsi 4,8 persen tercapai, ekonomi dipastikan dapat tumbuh 3,5 persen.
Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Bambang Soesatyo menyarankan pemerintah agar bersikap adil kepada kelompok masyarakat selain PNS, yakni dengan menurunkan kembali harga bahan bakar minyak, terutama premium yang dikonsumsi jutaan rumah tangga, ke harga Rp 3.900 per liter. ”Dengan menurunkan harga premium, jutaan keluarga akan mengalami penguatan daya beli,” ujarnya.
Anggota Komisi XI DPR, Rizal Djalil, berpendapat, pemerintah sebaiknya fokus pada upaya menolong kelompok masyarakat yang paling menderita akibat krisis ekonomi global, yakni korban pemutusan hubungan kerja, masyarakat miskin perkotaan dan pedesaan.
Mereka, kata Rizal, sangat membutuhkan pekerjaan. Ini bisa dilakukan dengan program padat karya melalui proyek infrastruktur.
15 Februari 2009
Dampak Pemanasan Global Jauh Lebih Buruk

Minggu, 15 Februari 2009
CHICAGO, SABTU - Pengaruh buruk pemanasan global ternyata jauh lebih parah dari semua perkiraan berdasarkan asumsi yang terukur saat ini. Kerusakan yang dapat ditimbulkan akibat naiknya suhu Bumi dalam sebada ke depan mungkin sangat buruk.
Profesor Chris Field yang menjadi penulis utama laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change ) tahun 2007 tentang perubahan iklim mengatakan hal tersebut dalam konferensi sains di Chicago, Sabtu (14/2) waktu setempat. Ia mengatakan prediksi yang dibuat selama ini belum melihat dampak terburuk.
"Kita sekarang jelas menghadapi perubahan iklim di masa depan yang jauh di atas perkiraan yang diusulkan dalam kebijakan iklim," ujar Field. Misalnya, laporan tahun 2007 yang memperkirakan kenaikan suhu antara 1,1 hingga 6,4 derajat Celcius dalam 100 tahun ke depan.
Menurutnya perkiraan tersebut masih mengabaikan berbagai masalah yang sebanarnya turut mempengaruhinya. Ia mengatakan kenaikan suhu bergerak lebih cepat dan dampaknya bakal lebih buruk.
Temperatur yang meninggi menyebabkan hutan basah di kawasan tropis mengering sehingga lebih mudah terbakar. Selain itu, suhu tinggi juga mempercepat pencairan permafrost, kandungan es dalam tanah dekat kutub. Hal tersebut turut mempercepat kenaikan kadar gas rumah kaca di atmosfer sehingga mempercepat laju pemanasan global.
"Tanpa upaya yang efektif, perubahan iklim semakin besar dan semakin sulit diduga," ujar Field.
Kompas
Memahami Sabda Pandhita Ratu
Memahami Sabda Pandhita Ratu
''Buat apa sebuahTahta dan menjadi Raja apabila tidak memberi manfaat bagi masyarakat''
(Sri Sultan Hamengku Buwono IX, 7 Maret 1969)
Tidak banyak yang tahu kalau keputusan Sultan Hamengku Buwono X bakal maju menjadi calon presiden (capres) pada pilpres 2009 bukan semata-mata atas keinginan ''nafsu'' politiknya semata. Lewat pertemuan akbar dengan rakyatnya atau pisowanan ageng pada 28 Oktober 2008, bertepatan Hari Sumpah Pemuda, Sultan dengan lantang menegaskan, ''Dengan memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dengan niat yang tulus memenuhi panggilan pada Ibu Pertiwi, dengan ini saya menyatakan siap maju menjadi calon presiden 2009.''
Sejak itu, dan hingga hari ini, peta politik Tanah Air berubah drastis dan kian hari kian memanas. Bagaimana tidak, sebagian kalangan sebelumnya tidak begitu memperhitungkan Sultan bakal berani dan ''nekat'' maju menjadi capres, sebab ia sendiri sedang mengurusi rakyat Jogja di singgasana keratonnya. Sebagian lain berpendapat, wacana Sultan akan maju ke bursa pencalonan presiden sesungguhnya sudah tercium pada saat dirinya menyatakan tidak lagi bersedia menjadi gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) pada 2007.
Dari sana, muncullah spekulasi di balik sikap Sultan dalam memperlakukan kekuasaan dan berpolitik. Pertama, dengan tidak menolak menjadi gubernur pada periode berikutnya, selain karena alasan telah menjabat dua kali periode, Sultan seolah hendak memberikan pelajaran demokrasi kepada rakyat Jogja dan masyarakat luas pada umumnya. Padahal, oleh pemerintah pusat, Jogja dilabeli ''daerah istimewa'' yang tidak mempersoalkan manakala masyarakat setempat menghendaki Sultan sebagai raja sekaligus gubernur.
Kedua, ada anggapan bahwa majunya Sultan ke bursa capres merupakan kritik praksisnya terhadap pemerintahan pascareformasi, yang tak juga berhasil menyejahterakan rakyat. Realitas kemiskinan, pengganguran, konflik antarindividu maupun kelompok, dan lain-lain, mengetuk sekaligus membuka hati Sultan untuk ikut andil secara langsung mengurusi rakyat Indonesia. Pemerintahan saat ini, menurut penilaian Sultan, gagal menjalankan amanah rakyat sehingga berada di titik nadir kemelaratan.
Ketiga, deklarasi Sultan yang menyatakan siap berlaga dalam kompetisi capres 2009 adalah bentuk penyaluran hak politiknya sebagai warga negara, walau risiko yang ditanggung amatlah besar. Sultan rela meninggalkan tahta kerajaannya demi --apa yang ia yakini-- kepentingan rakyat. Bahkan, Sultan ikhlas mencopot gelar wong agung-nya (seperti) seratus tahun lalu, jika memang harus luntur dengan sendirinya lantaran ia terjun ke dunia politik.
Pada pijakan ketiga poin itulah, buku ini berbicara sangat kompleks menyangkut seluk-beluk kehidupan dan perjuangan Sultan menuju gerbang istana negara. Arwan Tuti Artha, penulisnya, mengangkat persoalan ke-Sultan-an lewat perspektif budaya Jawa (baca: Kejawen), semacam ''ilmu batin''. Perspektif model ini, tampaknya sangat baik dan bagus untuk mengetahui tujuan yang sebenarnya dari apa yang dilakukan Sultan dalam tindak-laku perbuatan maupun ucapannya. Hal itu jelas jauh berbeda manakala strategi analisis yang digunakan dengan pendekatan akademis yang cenderung kaku dan kering dari realitas yang senyatanya.
Arwan tiada henti selalu mengingatkan bahwa segala tindak-tanduk dan ucapan Sultan adalah cerminan kawula (rakyat) untuk gusti (raja). Seorang raja, karena menjadi pusat kekuasaan, maka rakyat hanya akan mendengar apa yang disabdakan, baik itu perintah, larangan atau pernyataan. Oleh sebab itu, di kerajaan Jawa tak ada hukum, kecuali kata-kata keramat raja yang dikenal sebagai sabda pandhita ratu. Apa yang sudah diucapkan seorang raja merupakan keputusan final yang tidak bisa ditarik kembali. Keputusan final seorang raja itu ora wolak-walik sepisan mungkasi. Artinya, sekali tidak perlu diulangi karena sudah melalui pertimbangan panjang, cermat dengan penuh kesabaran (hlm. 81).
Apalagi, apa yang dikatakan seorang raja itu ibarat sabda, memiliki kekuatan magis dan kekuatan mistis. Artinya, kata-kata seorang raja bukan semata-mata milik raja saja, melainkan kata-kata yang sudah disempurnakan dengan kekuatan kosmik dan sudah meresap ke dalam perasaan dan pikiran raja bersangkutan. Boleh jadi, apa yang bakal terjadi nanti, sebenarnya telah diperhitungkan matang-matang oleh Sultan.
Lantas, apakah ada jaminan Sultan benar-benar bisa menjadi presiden RI berikutnya? Apakah ia akan dicalonkan dari partai besar yang sampai saat ini masih menaunginya? Buku ini tidak berbicara kemungkinan-kemungkinan politis itu. Yang amat ditekankan dalam buku setebal 174 ini adalah niat tulus Sultan untuk memperbaiki bangsa. Keputusan itu bukan merupakan manuver politik, tetapi sesuai dengan panggilan hati dan jiwanya. Sultan tidak akan main-main dengan ucapannya, bahkan dalam mengurus negeri ini. Itulah yang dia ucapkan, ''Sekali lagi saya ingin mengabdi, bukan merecoki negeri" (hlm. 111).
Tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi niat Sultan untuk maju sebagai capres. Ini adalah konsekuensi logis dari sabda pandhita ratu. Tidak heran Sultan terlihat ''menghindar'' ketika ada kabar bahwa dirinya akan dilamar menjadi cawapres mendampingi capres Megawati yang diusung PDI Perjuangan baru-baru ini. Sultan masih memegang teguh sabda pandhita ratu itu, sebagai capres bukan cawapres. Tapi entah di kemudian hari...
Sultan percaya bahwa dirinya saat ini sedang ditunggu-tunggu masyarakat luas, terutama masyarakat Jawa untuk memimpin bangsa ini. Sebab, dalam tradisi Jawa, untuk mewujudkan bangsa yang sejahtera, diyakini ada satria pinilih yang tampil. Dialah orang yang sebelum waktunya keluar masih disimpan atau dipingit. Orang Jawa selalu berharap hadirnya satria piningit untuk memegang tampuk pimpinan. Mungkinkah? Kita lihat saja nanti. Sebentar lagi. (*)
*) Lailiyatis Sa'adah, guru PAUD di UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, dan pengelola Taman Baca AIDA di Jember
Judul Buku : Laku Spiritual Sultan: Langkah Raja Jawa Menuju Istana
Penulis : Arwan Tuti Artha
Penerbit : Galangpress, Jogjakarta
Cetakan : I, Januari 2009
Tebal : 174 halaman
25 September 2008
30 Agustus 2008
28 Agustus 2008
Bulan Madu Nunut !!!
ya kami berbulan madu gratis hee he
dalam rombongan tour keluarga besar SMPN 1 Dukun Gresik dengan tujuan jogja dan sekitarnya. kebahagiaan saat tour ditambah lagi dengan laporan istriku tercinta bahwa dia telat datang bulan. meskipun agak kecapekan tapi semua itu seakan tak terasa , dibanding kebahagiaan kami akan dikarunia buah hati alhamdulillah.....
akan datang satu lagi generasi muslim !!!

01 Agustus 2008
tambah gemuk.....!!!!
30 Juli 2008
anti rokok !!!

- merokok = mendzalimi diri sendiri dan orang lain, reaksi kimia yang terbentuk saat kita merokok merusak tubuh kita (lihat gambar) banyak zat berbahaya di dalamnya dapat merusak kesehatan kita maupun perokok pasif (yang tidak bersalah) di sekitar kita. Allah SWT melaknat orang yang berbuat dzalim. "dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu dalam kebinasaan" (qs al-baqarah:195)
- boros... = ya kita membakar uang... orang yang berlebih lebihan/foya foya adalah teman syetan
- merokok membuat ketagihan...... bagi perokok yang tak berpenghasilan pasti menjadi masalah??? bahkan sering menghalalkan segala cara
- MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGUGAN KEHAMILAN DAN JANIN.
Kalau produsen rokok sendiri sudah menyatakan bahaya produknya berbahaya dan mendatangkan penyakit, bagaimana mungkin konsumen masih mau mengingkarinya?
betapa bodohnya orang yang tetap merokok???
sebagian ulama mengharamkan merokok karena alasan tsb..., di halalkan atas mereka apa apa yang baik, dan diharamkan atas apa-apa yang buruk (al a'raf: 157) ...
namun masih ada yang bilang merokok itu makruh, ter serah .. yang jelas alasan di atas cukup kuat... gimana setuju gak....???
"Awalnya belum ada ulama yang mengharamkan rokok, kecuali hanya memakruhkan. Dasar pemakruhannya pun sangat berbeda dengan dasar pengharamannya di masa sekarang ini.
Dahulu para ulama hanya memandang bahwa orang yang merokok itu mulutnya berbau kurang sedap. Sehingga mengganggu orang lain dalam pergaulan. Sehingga kurang disukai dan dikatakan hukumnya makruh.
Sebagian kyai di negeri kita yang punya hobi menyedot asap rokok, kalau ditanyakan tentang hukum rokok, akan menjawab bahwa rokok itu tidak haram, tetapi hanya makruh saja.
Mengapa mereka memandang demikian?
Karena literatur mereka adalah literatur klasik, ditulis beberapa ratus tahun yang lalu, di mana pengetahuan manusia tentang bahaya nikotin dan zat-zat beracun di dalam sebatang rokok masih belum nyata terlihat. Tidak ada fakta dan penelitian di masa lalu tentang bahaya sebatang rokok.
Maka hukum rokok hanya sekedar makruh lantaran membuat mulut berbau kurang sedang serta mengganggu pergaulan.
Penelitian Terbaru
Seandainya para kiyai itu tidak hanya terpaku pada naskah lama dan mengikuti rekan-rekan mereka di berbagai negeri Islam yang sudah maju, tentu pandangan mereka akan berubah 180 derajat.
Apalagi bila mereka membaca penelitian terbaru tentang 200-an racun yang berbahaya yang terdapat dalam sebatang rokok, pastilah mereka akan bergidik. Dan pastilah mereka akan setuju bahwa rokok itu memberikan madharat yang sangat besar, bahkan teramat besar.
Pastilah mereka akan menerima bahwa hukum rokok itu bukan sekedar makruh lantaran mengakibatkan bau mulut, tapi mereka akan sepakat mengatakan bahwa rokok itu haram, lantaran merupakan benda mematikan yang telah merenggut jutaan nyawa manusia. Prosentase kematian disebabkan rokok adalah lebih tinggi dibandingkan karena perang dan kecelakaan lalulintas.
Badan kesehatan dunia WHO menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok. Dan tidak kurang dari 90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Sanghai Cina adalah disebabkan rokok.
Penelitian juga menyebutkan bahwa 20 batang rokok per hari akan menyebabkan berkurangnya 15% hemoglobin, yakni zat asasi pembentuk darah merah.
Seandainya para kiyai mengetahui penelitian terakhir bahwa rokok mengandung kurang lebih 4.000 elemen-elemen dan setidaknya 200 di antaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan, pastilah pandangan mereka akan berubah.
Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin dan karbon monoksida. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.
Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko14 kali lebih bersar terkena kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan dari pada mereka yang tidak menghisapnya.
Penghisap rokok juga punya kemungkinan4 kali lebh besar untuk terkena kanker esophagus dari mereka yang tidak menghisapnya.
Penghisap rokok juga beresiko 2 kali lebih besar terkena serangan jantung dari pada mereka yang tidak menghisapnya.
Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung serta tekanan darah tinggi. Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.
Tidak ada satu pun orang yang bisa menyangkal semua fakta di atas, karena merupakan hasil penelitian ilmiyah. Bahkan perusahaan rokok poun mengiyakan hal tersebut, dan menuliskan pada kemasannya kalimat berikut:
MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGUGAN KEHAMILAN DAN JANIN.
Kalau produsen rokok sendiri sudah menyatakan bahaya produknya berbahaya dan mendatangkan penyakit, bagaimana mungkin konsumen masih mau mengingkarinya?
wallahu a'lam bishowab... belum puas baca juga
29 Juli 2008
Jaman Wis Tuwek...!!! Ada apa dengan nJOMBANG!!!

Ada apa dengan njombang.....??? , baru-baru ini ada hal menarik dari Njombang yang perlu kita cermati...!!!, berkenaan dengan munculnya PSIKOPAT Rian si jagal njombang. Padahal njombang selama ini menelurkan tokoh tokoh nasional yang terpuji... mulai, gus durrr???, cak nun, cak nur dan masih banyak lagi atau bahkan teman kuliahku "fiz ihsani" yang berpekribadian unik dan brilian <<>> yang jelas fiz dan rian satu daerah he he...
"VERRY Idham Henyansyah alias Ryan (30), hari-hari ini tengah menjadi ikon kriminal. Dia mengaku seorang gay, dan ketika kasus kriminalnya (mutilasi) terungkap dia tinggal di sebuah apartemen di Jakarta. dan kini korbannya telah mencapai 11 orang. Tetapi siapa sebenarnya Ryan? Orang-orang di sekitar apartemennya tak banyak tahu.
Namun menurut para tetangga di kampung halamannya di Desa Wates Kecamatan Tembelang, Jombang, dia dikenal sebagai pemuda baik-baik. Kendati jarang bergaul dengan warga sedesanya, tapi tiap bertemu selalu ramah menyapa. Yang agak aneh hanyalah, dia sering mengajak cowok-cowok ganteng bermobil mewah ke rumahnya Ryan, juga dikenal rajin salat di musala dekat kediamannya. Bahkan ia pernah menjadi guru atau pengasuh di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di desa itu. " itu penggalan berita si RIAN yang menarik... banyak kemungkinan yang melatarbelakangi perilaku rian hingga menjadi seorang penjagal.... kondisi psikologis.... , kejiwaan, dikucilkan akibat kelianan yang dia miliki atau mungkin aktualisasi diri. sungguh pribadi nyang menarik tetapi tidakm untuk di tiru.
Yang perlu kita perhatikan adalah ... kontrol sosial di lingkungan rian kurang optimal sehingga peristiwa ini bisa terjadi, mulai orang tua, tetangga , tokoh masyarakat yang mungkin terlalu cuek denagn keganjilan di sekitarnya.... astaghfirullah... ZAMAN sudah TUA >> semoga hal serupa tak terulang lagi di sekitar kita.



